Salatiga, 15 Juli 2025
Suasana penuh haru dan kehangatan menyelimuti Hall Umar Muchlis Pengadilan Agama Salatiga pada Selasa siang, saat seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Salatiga menggelar acara Pengantar Alih Tugas untuk dua sosok yang telah memberi warna dalam perjalanan lembaga ini: Ibu Adhayani Saleng Pagesongan, S.Ag., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Agama Salatiga, dan Bapak Mokhamad Fauzan Hatta, S.H.I., Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Salatiga.
Dalam sambutan pembukaan, para pimpinan dan aparatur menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih atas dedikasi keduanya selama bertugas di Salatiga. Ibu Adhayani, yang kini mendapatkan amanah baru sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Wates, dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun penuh empati, membangun suasana kerja yang solid dan penuh semangat kebersamaan. Selama setahun kebersamaan di Salatiga, keteladanan dan energi positif beliau telah meninggalkan jejak mendalam.
Sementara itu, Mokhamad Fauzan Hatta, S.H.I., yang akan kembali melanjutkan pengabdiannya di Pengadilan Agama Kebumen, juga mendapat penghormatan hangat dari rekan-rekan atas kepribadiannya yang bersahaja, penuh semangat, dan tak jarang mengundang tawa dalam keseharian bekerja.
Acara diawali dengan uasana emosional saat pemutaran video kaleidoskop perjalanan dan kenangan kedua sosok yang akan berpindah tugas tersebut, disusul kata pamitan, pesan kesan disampaikan oleh YM. Bapak Drs. Jaenuri, M.H., mewakili segenap keluarga besar Pengadilan Agama Salatiga, sambutan dari Ketua PA Salatiga, YM. Bapak Adil Fakhru Roza, S.H.I., M.H., serta doa, pemberian cinderamata.
Acara ditutup dengan prosesi pemberian ucapan selamat dan doa dari seluruh hadirin, sebagai tanda penghormatan dan ikatan batin yang tak lekang oleh jarak dan waktu.
"Resopak temmangingi namalomo naletei pammase dewata" — usaha yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil dan rahmat Tuhan, Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Selamat bertugas di tempat yang baru, Ibu Adhayani dan Bapak Hatta. Doa dan harapan terbaik selalu menyertai langkah pengabdian Bapak Ibu berdua.









