Pengadilan Agama Salatiga, di bawah kepemimpinan Adil Fakhru Roza, S.H.I., M.H., bersama tim Teknologi Informasi (TI), mengikuti sesi Wawancara Penjurian TOP Digital Awards 2024 pada Rabu, 16 Oktober 2024. Kegiatan yang berlangsung selama 75 menit di Media Centre PA Salatiga ini dibagi menjadi tiga sesi utama, masing-masing meliputi presentasi, pendalaman materi, serta masukan dan saran dari para dewan juri.
Paparan Presentasi: Inovasi Teknologi PA Salatiga
Sesi pertama berlangsung selama 20 menit, di mana Adil Fakhru Roza memaparkan beberapa inovasi unggulan yang telah diterapkan di PA Salatiga. Di antara inovasi tersebut adalah L7Smart Mediasi, transformasi digital layanan KiosK, serta penerapan penandatangan dokumen perkara dan e-meterai secara elektronik—yang merupakan inovasi pertama di Indonesia dalam lingkungan peradilan. Semua inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan perkara, sekaligus memberikan layanan berbasis digital kepada masyarakat.
Pendalaman Materi: Strategi dan Tantangan Teknologi
Pada sesi kedua yang berlangsung selama 35 menit, tim TI PA Salatiga dengan sigap menjawab berbagai pertanyaan dari dewan juri, memperdalam aspek teknis dari presentasi yang disampaikan. Tim membahas pengelolaan sistem berbasis open source, mekanisme pengamanan data, serta penanganan ancaman seperti ransomware. Tim juga memaparkan langkah-langkah proaktif yang telah diambil, termasuk pengelolaan backup secara rutin untuk melindungi data institusi.
Saran Dewan Juri: Menuju Pengembangan TI yang Lebih Baik
Di sesi terakhir, selama 20 menit, PA Salatiga menerima saran dan masukan dari dewan juri, yang terdiri dari Eri Suniarso (SDP), Ashari Abidin (Aspiluki), Goenawan Loekito (Penasehat MSI), dan Dr. Muhamad Jumadi (IDTUG). Para juri menekankan pentingnya pengelolaan operasional yang lebih baik, pembuatan SOP komprehensif terkait klasifikasi data publik dan privat, serta pentingnya menyiapkan suksesi di tim TI untuk memastikan kompetensi teknologi dapat ditularkan dan berkelanjutan. Selain itu, para juri juga menyarankan audit IT eksternal dan peningkatan pengamanan melalui mekanisme backup secara berkala, sebagai upaya untuk mengantisipasi ancaman ransomware yang semakin berkembang.
Komitmen Terhadap Peningkatan Layanan Digital
PA Salatiga berharap masukan dari dewan juri dalam wawancara ini dapat menjadi acuan penting dalam meningkatkan kualitas implementasi teknologi digital di lingkungan Pengadilan Agama, baik dari sisi inovasi layanan maupun keamanan sistem. Kegiatan ini merupakan bagian dari penilaian tahunan TOP Digital Awards 2024, yang memberikan apresiasi kepada institusi yang sukses dalam mengadopsi dan memanfaatkan solusi teknologi digital untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
#InovasiDigitalPASalatiga
#TOPDigital2024
#IntegritasDigital









