Semarang, 7 Februari 2025
Aula Pengadilan Tinggi Agama Semarang menjadi saksi perhelatan penting dalam dunia peradilan agama, yakni Silaturahim & Pembinaan Hakim Agung dan Dirjen Badilag dengan Ketua Peradilan Agama Se-Jawa Tengah. Acara yang berlangsung pada hari Jumat ini dipandu langsung oleh Ketua PTA Semarang, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. dan dihadiri oleh para pimpinan peradilan agama dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Dari Pengadilan Agama Salatiga, Ketua PA Salatiga, Adil Fakhru Roza, S.H.I., M.H., beserta aparatur mengikuti kegiatan ini secara daring. Sementara itu, Wakil Ketua PA Salatiga, Adhayani Saleng Pagesongan, S.Ag., M.H., hadir secara langsung mewakili Ketua di Aula PTA Semarang.
Acara ini menghadirkan pembinaan langsung dari para Hakim Agung Mahkamah Agung Republik Indonesia Kamar Agama, yang memberikan wawasan dan arahan penting bagi para hakim peradilan agama. Materi pertama disampaikan oleh Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H., yang membahas isu penting terkait wali adhal dan hukum waris. Selanjutnya, Drs. H. Busra, S.H., M.H., menyampaikan materi pembinaan mengenai amar putusan dalam perkara gugatan.
Tak kalah menarik, Hakim Agung Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., mengulas mengenai keabsahan saksi serta mendorong para hakim peradilan agama untuk bersemangat dalam mengikuti seleksi Hakim Agung. Kemudian, Dr. Drs. H. Abdul Manaf, M.H., menyampaikan pesan dari Ketua Kamar Agama MA RI tentang pentingnya menjaga integritas dan soliditas dalam menjalankan tugas peradilan.
Selain itu, Dr. H. Edi Riadi, S.H., M.H., mengangkat topik hukum di masa depan dengan kutipan reflektif, “Anak Anda itu bagaikan anak panah, Anda hanya mengarahkan, bukan menentukan.” Terakhir, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) MA RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., menutup sesi pembinaan dengan membahas topik konsinyasi dan penguatan peradilan agama melalui berbagai kerja sama dengan Mahkamah Agung di Timur Tengah, khususnya di Kuwait.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para hakim peradilan agama semakin berkomitmen dalam meningkatkan profesionalisme serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugasnya. Silaturahim ini menjadi momentum berharga dalam mempererat hubungan antarperadilan agama serta meningkatkan kualitas putusan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat.









