Pengadilan Agama (PA) Salatiga mengikuti kegiatan Pembinaan Ketua PTA Semarang yang dirangkaikan dengan Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriyah pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di Masjid Kyai Mojo Semarang. Kegiatan ini mengusung tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Al-Qur’an untuk Mewujudkan Birokrasi yang Amanah.”

Acara tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan Pengadilan Agama se-Koordinator Wilayah Semarang, sebagai momentum pembinaan sekaligus refleksi spiritual bagi aparatur peradilan agama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Dalam pembinaannya, Ketua PTA Semarang menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas. Setiap aparatur peradilan diharapkan senantiasa menjaga nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Momentum Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi seluruh aparatur untuk senantiasa membaca, memahami, dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Disampaikan pula bahwa Al-Qur’an tidak boleh ditinggalkan oleh umat Islam, terlebih bagi aparatur di lingkungan peradilan agama. Al-Qur’an merupakan petunjuk sekaligus teladan dalam kehidupan, yang menjadi prototipe pembentukan akhlak mulia bagi setiap insan, khususnya bagi mereka yang mengemban amanah di lembaga peradilan.

Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah oleh Dr. Drs. Domiri, M.Hum. yang menyampaikan berbagai pesan spiritual dan refleksi kehidupan. Dalam tausiyahnya disampaikan bahwa harta tidak akan mencelakakan seseorang selama hanya berada di tangan dan tidak di dalam hati. Namun sebaliknya, meskipun sedikit, apabila harta diletakkan di hati dan tidak dikelola dengan benar, maka dapat mencelakakan pemiliknya.
Beliau juga menegaskan bahwa tidak ada prestasi tanpa pengorbanan. Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu berupa perintah membaca (Iqra’) yang menunjukkan bahwa membaca merupakan pintu cakrawala dunia. Objek membaca tidak hanya terbatas pada Al-Qur’an sebagai wahyu yang tersurat, tetapi juga berbagai fenomena kehidupan sebagai tanda-tanda kebesaran Allah yang tersirat.
Selain itu, disampaikan pula beberapa cara berbakti kepada orang tua, di antaranya bersedekah, meneruskan kebaikan yang telah dirintis oleh orang tua, serta senantiasa memanjatkan istighfar dan doa untuk mereka. Umat manusia juga diingatkan untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kematian, dengan memperbanyak amal kebaikan.
Tausiyah tersebut juga menekankan bahwa sedekah merupakan salah satu amalan yang dapat mendatangkan rahmat dari Allah SWT, sekaligus menjadi sarana membersihkan hati dari kecintaan berlebihan terhadap dunia.

Melalui kegiatan pembinaan dan peringatan Nuzulul Qur’an ini diharapkan seluruh aparatur peradilan agama, khususnya di wilayah Koordinator Semarang, dapat semakin memperkuat integritas, spiritualitas, serta komitmen dalam mewujudkan birokrasi yang amanah, berakhlak, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.









