Salatiga, 25 Juni 2025
Mushola Al Mizan Pengadilan Agama Salatiga kembali menghadirkan nuansa spiritual yang menyejukkan hati melalui Kajian Rutin Rabu Ba’da Asar yang kali ini mengangkat tema tentang “Rasa Syukur”.
Bertindak sebagai narasumber, Drs. Jaenuri, M.H., menyampaikan bahwa syukur sejati bukan hanya di lisan, tetapi harus tampak dalam perbuatan nyata. Mengutip firman Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7, beliau menegaskan bahwa mereka yang bersyukur akan Allah tambahkan nikmatnya, namun sebaliknya, bagi yang kufur akan merasakan azab yang pedih.
“Bersyukur itu tidak cukup hanya mengucap ‘Alhamdulillah’, tetapi bagaimana kita menggunakan akal sehat untuk berpikir dan bertindak bijak sebelum menyesal di hari esok,” tutur beliau.
Dalam kajian tersebut, Drs. Jaenuri juga mengupas makna dari QS. Al-Munafiqun ayat 10, yaitu pentingnya bersegera dalam bersedekah sebelum ajal datang menjemput. Beliau menggambarkan bagaimana penyesalan orang yang sudah wafat ingin hidup kembali hanya untuk bersedekah dan menjadi orang saleh.
"Sedekah adalah bentuk syukur paling nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh orang lain," ungkapnya.
Selain itu, beliau mengingatkan bahwa manusia diciptakan dengan akal dan nafsu, yang menjadi pembeda dari makhluk lain. Jika segala perbuatan dilakukan dengan dasar ilmu dan kesadaran, maka akan terhindar dari kesesatan.
Beliau juga menyampaikan pesan menyentuh:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Maka jangan pernah mengharap balasan kebaikan dari orang yang telah kita beri kebaikan. Lakukanlah karena Allah."
Kajian ditutup dengan semangat untuk menginfakkan sebagian rezeki sebagai bentuk rasa syukur serta menjadikan hidup lebih bermakna bagi sesama.
Pengadilan Agama Salatiga terus berkomitmen untuk menghadirkan kajian-kajian yang mencerahkan dan menguatkan nilai-nilai spiritualitas aparatur peradilan. Semoga setiap langkah menuju mushola menjadi langkah menuju ridha dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.









