Salatiga, 16 Juli 2025
Pengadilan Agama Salatiga terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang unggul dan berintegritas melalui penyelenggaraan kegiatan bertajuk “Pelatihan Service Ultimate”. tidak sekedar pelayanan yang excelent tetapi Pelatihan yang diselenggarakan pada Rabu, 16 Juli 2025, di Hall Umar Muchlis ini diikuti oleh seluruh aparatur, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya kerja yang profesional, empatik, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat pencari keadilan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Pengadilan Agama Salatiga, Adil Fakhru Roza, S.H.I., M.H., yang dalam sambutannya menekankan bahwa pelayanan berkualitas bukan sekadar pilihan, tetapi merupakan mandat konstitusional dan amanah moral lembaga peradilan dalam memberikan akses keadilan yang mudah, cepat, dan berbiaya ringan.
“Ketika masyarakat memiliki hak hukum, maka menjadi kewajiban kita untuk memenuhinya sesuai ketentuan yang diatur oleh perundang-undangan, termasuk Keputusan Ketua MA Nomor 6 Tahun 2012 yang menegaskan pentingnya memberikan service excellent. Standar pelayanan bukan berdasarkan keinginan masing-masing individu—baik pejabat maupun masyarakat umum—tetapi berdasarkan norma dan standar hukum yang berlaku,” ujar beliau.
Beliau juga menyoroti pentingnya menghadirkan keadilan dalam tiga dimensi: keadilan administratif, keadilan substantif, dan keadilan struktural, serta memberikan pelayanan yang adil tanpa diskriminasi, apapun latar belakang pengguna layanan. Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra kegiatan, dapat memberikan masukan yang konstruktif terhadap kualitas layanan PA Salatiga.
“Kami memiliki inovasi layanan seperti PTSL (Pelayanan Terpadu Satu Loket) untuk memudahkan masyarakat dalam menyelesaikan seluruh kebutuhannya hanya dalam satu titik layanan. Kami juga menyediakan PTSL Online bagi masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung, seperti warga binaan lembaga pemasyarakatan. Harapannya, seluruh layanan ini terus dikembangkan menuju standar pelayanan publik yang prima,” imbuhnya.
Sebagai narasumber utama dalam pelatihan ini, hadir Mirnalia Mazaya, praktisi layanan publik sekaligus Funding Manager Bank Syariah Indonesia. Dalam sesi yang disampaikan dengan pendekatan komunikatif dan interaktif, Lia, sapaan akrabnya menguraikan berbagai konsep layanan modern, seperti 3M Basic Service, strategi membangun loyalitas dan kepuasan pelanggan, serta Ultimate Level Service yang menitikberatkan pada pengalaman emosional pelanggan sebagai inti dari pelayanan.
“Pelayanan itu bukan sekadar menyelesaikan prosedur, tetapi bagaimana kita mentransfer kebahagiaan, rasa dihargai, dan energi positif kepada orang lain,” tutur Lia dengan penuh semangat.
Materi yang disampaikan juga mencakup aspek penampilan profesional (grooming), komunikasi empatik dalam merespons keluhan, hingga strategi membangun kesan pertama yang kuat dan membekas bagi para pengguna layanan. Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi dan tips praktis yang relevan dan aplikatif dalam konteks pelayanan peradilan.
Menariknya, dalam sesi penyampaian materi, Lia turut mengutip salah satu hadits agar kita selalu memudahkan urusan orang lain, agar Allah juga memudahkan urusan kita di dunia dan di akhirat, sebagai pengingat spiritual bagi seluruh aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang hangat, di mana para peserta antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan seputar tantangan dan peluang dalam pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, diharapkan aparatur Pengadilan Agama Salatiga tidak hanya mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat, tetapi juga meninggalkan kesan positif dan mendalam bagi masyarakat pencari keadilan.









