Salatiga – Pengadilan Agama (PA) Salatiga mengikuti kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang dengan mengusung tema “Langkah Optimis Menghadapi Awal Tahun 2026”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 31 Desember 2025, pukul 14.00 WIB, secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, bertempat di Media Center Abdul Halim PA Salatiga.
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua, Panitera, dan Sekretaris PA Salatiga, bersama seluruh satuan kerja Peradilan Agama di wilayah Jawa Tengah.
Dalam refleksinya, Ketua PTA Semarang menyampaikan sejumlah poin penting sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi menghadapi tahun 2026. Disampaikan bahwa prestasi tidak dapat diraih dengan berpangku tangan, melainkan harus dibayar dengan kerja keras dan komitmen bersama. Selain itu, disampaikan pula adanya penambahan tenaga outsourcing pada tahun 2026 guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan peradilan.
Ketua PTA Semarang menegaskan pentingnya memiliki target dalam bekerja, sebagaimana nilai yang diajarkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, karena jika sama saja maka merupakan suatu kerugian. Dalam rangka peningkatan kapasitas dan wawasan, PTA Semarang juga merencanakan penyelenggaraan Seminar MIT bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Lebih lanjut, Ketua PTA Semarang menyampaikan sejumlah harapan untuk tahun 2026, antara lain agar kinerja seluruh satuan kerja Peradilan Agama di Jawa Tengah menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, terus berkompetisi secara sehat, berprestasi, dan tidak jemu-jemu meningkatkan capaian masing-masing. Seluruh aparatur peradilan diharapkan rajin meng-update diri dan tidak terjebak pada pola kerja lama.
Ditekankan pula bahwa bekerja sekadar “umumnya saja” tanpa semangat prestasi merupakan sikap yang tidak mencerminkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Oleh karena itu, pimpinan satuan kerja diharapkan mampu memberikan motivasi kepada seluruh aparatur, meningkatkan kompetensi, serta menjadi leader yang mampu diteladani dan diikuti oleh bawahannya.
Ketua PTA Semarang juga mengajak seluruh satuan kerja untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi sebagai sarana pengembangan diri dan organisasi, demi memajukan lembaga peradilan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Selain itu, setiap aparatur diingatkan untuk merenungkan peristiwa-peristiwa penting di tahun 2025 yang dapat menjadi pemantik kemajuan sebagai modal menghadapi tahun 2026.
Dalam penutup refleksi, disampaikan pesan bahwa setiap hari harus diisi dengan perkembangan menuju pribadi dan aparatur yang lebih baik, tidak menyia-nyiakan waktu karena setiap detik sangat berharga. Hidup dipahami sebagai sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir; dan kesuksesan bukanlah akhir dari pembelajaran, melainkan alasan untuk tetap rendah hati dan terus belajar, dengan keyakinan dan semangat untuk selalu berkata, “Saya bisa.”
Disampaikan pula bahwa penilaian e-Kinerja akan mulai dilakukan pada 2 Januari 2026, serta harapan agar lebih banyak satuan kerja yang berhasil meraih predikat Zona Integritas (ZI) pada tahun mendatang. Terkait kerja sama kelembagaan, Ketua PTA Semarang menekankan pentingnya tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara PTA dan Gubernur, yang harus diimplementasikan oleh PA tingkat pertama melalui kerja sama dengan pemerintah kota maupun kabupaten, khususnya dalam isu strategis seperti perlindungan perempuan dan anak.
Melalui kegiatan refleksi akhir tahun ini, PA Salatiga berkomitmen untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum peningkatan kinerja, kompetensi, dan pelayanan peradilan yang lebih profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.









