Salatiga, 15 November 2024
Ketua Pengadilan Agama Salatiga, Adil Fakhru Roza, S.H.I., M.H., bersama seluruh tenaga teknis Pengadilan Agama Salatiga, berpartisipasi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk "Perlawanan Eksekusi" yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia (Badilag MA RI). Kegiatan ini diadakan secara daring dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga teknis di lingkungan peradilan agama.
Rangkaian Bimtek dimulai dengan pelaksanaan pre-test pada Kamis, 14 November 2024, sebagai langkah awal untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait materi eksekusi. Bimtek kemudian dilanjutkan pada Jumat pagi ini, 15 November 2024, dengan pembukaan resmi yang dipimpin oleh Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama. Dalam sambutannya, Drs. H. Muchlis menggarisbawahi pentingnya pemahaman terhadap prosedur perlawanan eksekusi guna memastikan kepastian hukum dan keadilan di pengadilan agama.
Sesi inti Bimtek menghadirkan Y.M. Dr. Imron Rosyadi, S.H., M.H., Hakim Agung Kamar Agama MA RI, sebagai narasumber utama, dengan didampingi oleh Syaiful Annas, S.H.I., M.Sy., Hakim Yustisial MA RI, yang bertindak sebagai moderator. Melalui pemaparan yang interaktif, peserta diberikan panduan dan strategi mengenai perlawanan eksekusi, mulai dari prosedur teknis hingga penanganan kasus perlawanan dalam perkara yang melibatkan eksekusi putusan.
Para peserta mengikuti sesi tanya jawab dengan antusias, yang mencerminkan komitmen mereka untuk terus meningkatkan kemampuan demi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Partisipasi aktif Ketua dan tenaga teknis Pengadilan Agama Salatiga menunjukkan keseriusan mereka dalam memahami tantangan eksekusi di pengadilan agama serta memperkaya wawasan praktis dalam menangani perlawanan eksekusi.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta akan mengikuti post-test pada Jumat malam ini untuk mengevaluasi hasil belajar selama Bimtek. Dengan demikian, diharapkan kompetensi dan kesiapan tenaga teknis Pengadilan Agama Salatiga semakin meningkat, khususnya dalam menghadapi dinamika eksekusi perkara yang kian kompleks.









