Salatiga, 5 Februari 2026
Pengadilan Agama Salatiga turut berpartisipasi dalam kegiatan Rapat Koordinasi Bedah Dokumen SAKIP yang dirangkaikan dengan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Sallam 1447 H, yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama Semarang pada Kamis–Jumat, 5–6 Februari 2026.

Delegasi Pengadilan Agama Salatiga dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Salatiga, Adil Fakhru Roza, S.H.I., M.H., didampingi Wakil Ketua Nahdiyatul Ummah, S.Ag., M.H., Panitera Yusron Trisno Aji, S.Sy., M.H., serta Sekretaris Adhi Kurniawan, S.Kom., S.H. Kehadiran pimpinan dan unsur struktural ini merupakan wujud komitmen Pengadilan Agama Salatiga dalam meningkatkan kualitas kinerja kelembagaan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual aparatur peradilan.
Kegiatan diawali dengan Kajian Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Masjid Kyai Mojo, Semarang. Dalam tausiyah yang disampaikan, dijelaskan bahwa pada peristiwa agung Isra Mi’raj, Rasulullah SAW dibekali tiga fondasi utama kehidupan, yaitu iman, ilmu, dan hikmah. Perjalanan Isra Mi’raj disebutkan melalui beberapa pemberhentian penting, mulai dari Masjidil Haram, Bukit Thursina, Baitul Lahmi, hingga Masjidil Aqsa, sebelum akhirnya Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha dan menerima perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam.
Disampaikan pula bahwa iman merupakan keyakinan yang tertanam dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dalam sikap serta perbuatan. Namun iman harus senantiasa dilandasi oleh ilmu, karena iman dapat bertambah dan berkurang. Tanpa ilmu, suatu amalan dapat tertolak meskipun diniatkan baik. Sebaliknya, ilmu tanpa pengamalan justru mendatangkan celaan, karena orang yang berilmu namun tidak mengamalkan ilmunya termasuk golongan yang merugi.

Keseimbangan antara iman dan ilmu akan melahirkan hikmah, yakni kemampuan menempatkan ilmu dan iman secara tepat dalam praktik kehidupan, sehingga memberi manfaat dan menjadi pelajaran bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan iman, hidup menjadi mantap dan memiliki pegangan; dengan ilmu, hidup menjadi tertata dan terang; dan dengan hikmah, hidup dapat dijalani secara istiqamah dalam suasana sakinah.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Pengadilan Agama Salatiga berharap nilai-nilai spiritual Isra Mi’raj dapat menjadi penguat integritas aparatur peradilan, sekaligus mendukung peningkatan kinerja dan tata kelola lembaga peradilan yang profesional, berakhlak, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat.









