Salatiga, 21 Juli 2025
Ketua Pengadilan Agama Salatiga, Adil Fakhru Roza, S.H.I., M.H., yang juga menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Mediasi, turut hadir dalam Rapat Koordinasi Tim Penyusun Majalah Mediasi Edisi Oktober 2025 yang digelar oleh Pengadilan Tinggi Agama Semarang pada hari Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Aula PTA Semarang dan daring melalui Zoom Meeting, serta diikuti oleh seluruh tim redaksi dari berbagai satuan kerja Pengadilan Agama se-Jawa Tengah, termasuk dari Media Center Abdul Halim Pengadilan Agama Salatiga.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal penyusunan edisi terbaru Majalah Mediasi yang dijadwalkan terbit pada Oktober 2025 dengan mengusung tema: “Akses Keadilan bagi Kaum Rentan Menuju Peradilan yang Inklusif”. Tema ini diangkat sebagai refleksi terhadap komitmen lembaga peradilan agama dalam menjangkau kelompok rentan dan mewujudkan peradilan yang merata, adil, serta tidak diskriminatif.
Dalam forum tersebut, dibahas secara rinci struktur isi majalah, penunjukan tokoh utama untuk rubrik Cover Story (yang pada edisi ini menghadirkan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama), serta pembagian penanggung jawab rubrik. Ketua PA Salatiga sebagai Wakil Pemimpin Redaksi mendapat amanah untuk turut mengawal kualitas substansi dan alur editorial, termasuk pada bagian Cover Story dan Proses Penerbitan.
Rapat juga menetapkan bahwa edisi Oktober 2025 akan diterbitkan dalam tiga bahasa, Indonesia, Arab, dan Inggris, dengan penyusunan konten secara bertahap, mulai dari pengumpulan naskah oleh masing-masing penanggung jawab rubrik, proses editing oleh redaksi, pelaksanaan layout, hingga publikasi dalam bentuk cetak dan digital.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini ditutup dengan pesan dari Ketua PTA Semarang, Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H., yang mengingatkan pentingnya sinergi dan profesionalisme dalam menjaga kualitas majalah sebagai wajah peradilan agama. Proses finalisasi majalah direncanakan akan dilaksanakan secara luring setelah seluruh tahapan penulisan dan penerjemahan selesai.
Kehadiran Ketua PA Salatiga sebagai bagian penting dalam tim penyusun tidak hanya mencerminkan peran aktif satuan kerja di daerah dalam kerja kolaboratif, tetapi juga menunjukkan konsistensi beliau dalam mendorong keterbukaan informasi, literasi peradilan, dan inklusivitas dalam penyampaian pesan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.









