Ngawi, 21 Januari 2025
Pengadilan Agama Ngawi menggelar peringatan ulang tahun ke-143 dengan penuh semangat dan harapan, memperingati berdirinya lembaga tersebut sejak 19 Januari 1882. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Pengadilan Agama Salatiga, Adil Fakhru Roza, S.H.I., M.H., yang turut memberikan dukungan terhadap semangat pembaruan dalam peradilan agama.
Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya, Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H., yang menekankan pentingnya menjaga semangat pelayanan prima dalam setiap lini peradilan. Sambutan dilanjutkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag), Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., yang menyampaikan enam poin strategis untuk membawa pengadilan agama menuju arah yang lebih baik di tahun 2025.
Dalam sambutannya, Drs. Arief Hidayat menekankan beberapa program prioritas, yaitu:
Integritas
Beliau menekankan bahwa integritas adalah fondasi utama yang harus dimiliki oleh setiap insan peradilan. Komitmen terhadap integritas bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menolak ajakan makan di luar saat bertugas dan tetap memilih makan bersama di kantor sebagai bentuk profesionalisme. Dengan konsistensi dalam menjaga integritas, targetnya pada tahun 2025 tidak ada pengaduan apapun terhadap pengadilan agama di seluruh Indonesia.
Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi
Saat ini, hanya dua satuan kerja (satker) pengadilan agama yang berhasil meraih nilai A pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Target tahun 2025 adalah meningkatkan jumlah tersebut dengan tambahan minimal lima satker yang memperoleh predikat serupa. Hal ini mencerminkan komitmen untuk menciptakan tata kelola peradilan yang transparan dan akuntabel.
Peningkatan Kualitas Layanan Peradilan
Program ini menargetkan penggunaan e-Court secara wajib dengan capaian minimal 80% perkara ditangani melalui platform digital tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses administrasi, menghemat waktu, dan meningkatkan akses layanan kepada masyarakat secara efisien.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Workshop kepemimpinan (leadership) wajib diadakan minimal empat kali dalam setahun, dengan mengundang para ahli seperti Rhenald Kasali. Seorang pemimpin di lingkungan peradilan harus menjadi problem solver, bukan sekadar pencari sensasi. Menurutnya, prestasi dalam kepemimpinan tidak memerlukan gelar tinggi, tetapi kemampuan menyelesaikan masalah dan bekerja secara efektif bersama tim.
Penguatan Kelembagaan
Tahun ini, akan dibuka sembilan pengadilan agama baru di berbagai wilayah, yang mencerminkan komitmen untuk memperluas akses layanan peradilan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan keadilan kepada masyarakat dan memperkuat struktur kelembagaan pengadilan agama di Indonesia.
Penguatan Teknologi Informasi
Saat ini, tercatat lebih dari 6.000 aplikasi inovatif telah dibuat oleh pengadilan agama di seluruh Indonesia. Namun, Drs. Arief Hidayat menegaskan pentingnya menyederhanakan dan menyatukan inovasi-inovasi tersebut agar dapat diterapkan secara nasional. “Saatnya kita ‘beternak’ inovasi—mengembangkan, mematangkan, dan menggunakan inovasi bersama-sama di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Selain menyampaikan poin strategis tersebut, Drs. Arief Hidayat juga berbagi tips bahagia, seperti: tidak sering berkeluh kesah, memberikan apresiasi kepada orang yang berprestasi, serta menciptakan hubungan baik di tempat kerja untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis dan penuh kebahagiaan.
Adil Fakhru Roza, S.H.I., M.H., Ketua Pengadilan Agama Salatiga, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen yang ditunjukkan oleh PA Ngawi. “Pengadilan Agama Ngawi telah menjadi inspirasi dalam menjaga integritas, inovasi, dan pelayanan prima selama 143 tahun perjalanan. Semoga semangat ini menjadi teladan bagi seluruh pengadilan agama di Indonesia,” tuturnya.
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh visi dan misi peradilan agama di Indonesia, dengan mengedepankan integritas, akuntabilitas, dan inovasi menuju pelayanan prima.









