Salatiga, 12 Februari 2026
Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H, kaum muslimin dan muslimat menghadiri kajian penuh keberkahan yang diselenggarakan di Mushola Al-Mizan pada Kamis (12/2), bertepatan dengan 24 Sya’ban 1447 H, ba’da Shalat Ashar berjamaah.
Kajian bertema “Apa yang Harus Kulakukan Sebelum Ramadhan Tiba?” ini menghadirkan pemateri, Ustadz Heri Sutanto, Lc., M.H., Gr., pengajar Ponpes Islam Al-Irsyad Tengaran. Dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan, jamaah diajak untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan sebagai tamu agung dengan hati yang bersih dan jiwa yang siap beribadah.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kebahagiaan saat Ramadhan datang hanya akan dirasakan oleh hati yang bersih dan siap menyambutnya. Oleh karena itu, persiapan terbaik sebelum memasuki bulan mulia adalah bertaubat kepada Allah Ta’ala dengan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh).
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (taubatan nasuha)...” (QS. At-Tahrim: 8)
Ustadz Heri menjelaskan bahwa taubat yang sah minimal memenuhi tiga syarat:
Meninggalkan dosa tersebut.
Menyesali perbuatan yang telah dilakukan.
Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya kembali.
Apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka tidak cukup hanya dengan bertaubat kepada Allah, tetapi juga harus meminta maaf dan menyelesaikan hak tersebut. Karena hak manusia dibangun di atas ketelitian dan keadilan, sedangkan hak Allah dibangun di atas rahmat dan kemudahan.
Beliau juga mengingatkan agar setiap muslim tidak merasa dirinya telah bersih dari dosa. Termasuk di antaranya dosa besar seperti ghibah (menggunjing), yang kerap dianggap ringan padahal berat di sisi Allah.
Selain membersihkan diri dengan taubat, jamaah juga diajak untuk meniatkan dan menargetkan amal shalih selama Ramadhan, seperti memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbaiki kualitas ibadah. Bahkan niat kebaikan yang tulus telah dicatat sebagai pahala, meskipun seseorang belum sempat melaksanakannya.
Kajian ditutup dengan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ:
“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.”
“Ya Allah, bantulah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”
Semoga melalui kajian ini, kaum muslimin semakin siap menyambut Ramadhan dengan hati yang suci, tekad yang kuat, serta harapan akan ridha Allah Ta’ala semata.










