Purwokerto, 11 Desember 2025 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang kembali menggelar Pembinaan Aparatur dan Penganugerahan PTA Semarang Awards 2025 yang berlangsung di Hotel Luminor Purwokerto pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua, dan Panitera Pengadilan Agama se-Jawa Tengah.
Pembinaan dibuka oleh Ketua PTA Semarang, yang dalam arahannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh satuan kerja atas berbagai capaian dan prestasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Beliau menegaskan bahwa tujuan utama dari berbagai penilaian bukanlah sekadar meraih penghargaan, tetapi menjadi indikator keseriusan dan komitmen aparatur dalam bekerja dengan penuh integritas dan profesionalisme.
“Teruslah memberikan layanan terbaik dan maksimal kepada masyarakat. Jangan berhenti, tetap semangat, dan selalu menjunjung tinggi integritas. Penilaian bukan tujuan akhir, tetapi cerminan dari kualitas kerja kita,” tegas Ketua PTA Semarang.
Ketua PTA juga menekankan bahwa seorang pimpinan adalah leader, role model, dan panutan. Oleh karena itu, pimpinan harus menjaga sikap, menghindari tindakan destruktif, dan mampu menjadi teladan positif bagi seluruh anggota.
PA Salatiga Raih Juara Umum PTA Semarang Awards 2025
Pada malam penganugerahan PTA Semarang Awards 2025, Pengadilan Agama Salatiga kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan berhasil meraih sejumlah penghargaan prestisius, sekaligus ditetapkan sebagai Juara Umum PTA Semarang Awards 2025.
Berikut capaian PA Salatiga tahun 2025:
1. Juara Umum PTA Semarang Awards 2025
2. Juara 1 Rapor SIPP Kategori IV (251–1000 perkara) periode Triwulan IV Oktober 2025
3. Juara 1 Kategori K3 tahun 2025
4. Website Terbaik dengan nilai tertinggi pada Triwulan I, II, dan III Tahun 2025
5. Kepatuhan Update Aplikasi SIKEP MARI 100% sepanjang tahun 2025
6. Juara 3 Optimalisasi Penyelesaian Perkara melalui e-Court periode Januari–November 2025
Prestasi ini menjadi bukti konkret komitmen seluruh aparatur PA Salatiga dalam meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peradilan agama.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh satuan kerja semakin terpacu untuk berinovasi, bekerja secara profesional, dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan peradilan yang modern, transparan, dan berintegritas.









